Minggu, 26 Mei 2013

Instrumen Penilaian Kinerja Guru



Hampir semua guru telah mendapatkan sosialisasi maupun diklat terkait Penilaian Kinerja Guru (PKG). Sungguh sangat luar biasa tuntutan kinerja guru pada saat ini, dengan harapan semakin profesional kinerjanya. Guru yang kinerjanya BAIK bahkan AMAT BAIK selama minimal 4 tahun akan dapat naik pangkat. Bagi guru yang kinerjanya CUKUP, SEDANG, dan KURANG maka nasib kenaikan pangkatnya sedikit akan terhambat. Terus Bagaimana guru yang lebih dari 10 tahun masih belum bisa naik pangkat? Bagaimana Nasibnya?. Apakah pegawai negeri yang lain juga mendapat perlakuan sama? mudah-mudahan pemerintah memperhatikan hal ini. Konon guru dikenal sebagai PAHLAWAN TANPA TANDA JASA, mungkinkah ini yang benar-benar akan diterima seorang guru yang telah bersusah payah berjuang membantu, membimbing siswanya setiap harinya?
Terkadang seorang guru rela meningglkan anaknya yang sedang sakit di rumah demi menjalankan tugas mulianya, ada pula yang sampai meninggalkan kekeluarganya untuk menginap di rumah dinas karena sekolahnya jauh dari rumahnya, bahkan rasa sakit kadang tak dirasa. Semua itu kegigihan seorang guru untuk memegang amanah yang dibebankannya.
Banyak hal yang harus dilakukan guru untuk dapat naik pangkat antara lain: membuat publikasi ilmiah, pengembangan diri, tuntutan 24 jam bahkan sudah ada kabar guru wajib 37,5 jam di sekolah. Mungkin selama ini ada seorang bukan guru yang menilai guru itu kerjanya enak. Padahal pedih, perih, capek, kesal terkadang muncul dibenaknya. sepulang di rumah masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Oh GURU..semoga engaku sabar dan dapat menjalankan tugasmu dengan baik dan ikhlas….
untuk itu ini saya sediakan beberapa panduan untuk meningkatkan kinerja guru, silahkan di DOWNLOAD:
1. Buku 1 PKB Guru
Untuk download instrumen penilaian kineja guru silahkan klik disebalah kanan ini: INSTRUMEN PKG
Salah satu tugas guru yang harus dilakukan adalah menganalisis soal yang dibuat guru. Apakah soalnya tergolong soal yang baik atau tidak maka harus dilakukan analisis untuk mengetahui reliabilitas soal, validitas soal, tingkat kesukaran soal, dan daya pembeda. Artinya, siswa dapat nilai jelek belum tentu karena kebodohan siswa bisa jadi soalnya semua tergolong sukar bahkan sangat sukar, begitu juga siswa dapat nilai baik juga belum tentu karena kepandaiannya bisa jadi soalnya terlalu mudah. Untuk itu dibutuhkan analisis soal dengan benar, di bawah ini saya sediakan software analisis soal yang dapat di download di bawah ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar